5 Cara membaca pikiran orang lain dengan mudah

Banyak yang beranggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan yang hanya dilakukan oleh seorang psikolog. Percaya atau tidak, dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sebenarnya juga dapat membaca pikiran orang lain. Karena, tanpa kemampuan ini, kita semua tidak akan mampu menghadapi kondisi/lingkungan dengan baik. Dengan membaca pikiran, kita bisa menganalisa bagaimana sikap seseorang yang sesungguhnya.

Kemampuan manusia yang satu ini telah muncul sejak lahir. Bayi yang baru dilahirkan melihat dan menyukai wajah seseorang, sekitar 2 atau 3 bulan bayi sudah dapat memahami dan merespon pengasuhnya. Kemudian saat berusia 1 hingga 2 tahun, bayi sudah mampu mengamati tindakan orang dewasa. Dan di fase ini, ia meniru langkah-langkah orang dewasa untuk menentukan kepribadian selanjutnya.

Dari sini dapat dicerhamati bahwa sebenarnya kita telah memiliki kemampuan membaca pikiran, sehingga dapat berampati, merespon dan bahkan bersosialisasi dengan baik. Hanya saja tingkat kemampuan kita berbeda, ada yang dapat membacanya dengan baik, ada juga yang sering meleset / keliru.

Bagaimana cara membaca pikiran orang?

Ada beberapa jalur yang dapat kita gunakan untuk membaca pikiran orang lain, diantaranya adalah:

Gerak tubuh

Membaca bahasa tubuh seseorang adalah inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita dapat mengetahui pikiran dasar seseorang. Ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, ia dapat mengenali pikiran / perasaan dasar orong tersebut. Seperti takut, berani, marah, sedih, gembira, dll.

Ekspresi wajah

Ekspresi ini dapat menjadi penanda bagi seseorang untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan. Tetapi, tidak semua orang dapat melakukan hal ini dengan cermat.

Perubahan ekspresi wajah disebabkan oleh perubahaan kondisi atau perasaan seseorang. Saat seseorang sangat sedih dan terpukul, acapkali menampakkan mimik kesedihan. Saat bahagia, muka seseorang akan tampak berseri-seri.

Demikian juga dengan gerak mata yang ada di wajah kita. Mata yang turun mungkin menunjukkan bahwa seseorang sedang mengalami kesedihan. Mata tampak terbuka lebar ketika takut atau kaget. Tatapan kosong saat seseorang melamun. Atau bahkan mata menatap begitu tajam ketika sedang cemburu.

Nada

Kita dapat membaca pikiran dan perasaan orang lain melalui percakapan. Perhatikan nada suara yang ia ungkapkan. Berbicara terpatah-patah mungkin saja terjadi saat ia gugup. Berbicara dengan keras sering terjadi ketika seseorang sedang marah. Dan saat sedih, ia cenderung berbicara dengan lirih.

Style

Style di sini mencakup gaya hidup yang diantaranya seperti gaya pakaian, rumah, peralatan yang dipakai, dan lain-lain. Semua itu bisa menjadi penanda bagaimana alur pemikiran seseorang. Orang cenderung berdandan dengan rapi jika ia berpikir kerapihan adalah hal utama dalam hidup. Siapapun akan membuang sampah sembarang jika menganggap kebersihan bukan hal yang penting.

Pilihan kata

Ada satu lagi yang tidak bisa kita abaikan dalam proses membaca pikiran orang lain, yaitu kata-kata yang digunakan saat seseorang berbicara dan menulis. Kita dapat mencermati tulisan secara berulang-ulang, perhatikan diksi atau pilihan kata. Orang cenderung bersikap romantis sasat menorehkan kata-kata cinta. Orang berpendidikan tinggi seringkali berbicara dengan menggunakan bahasa formal dan modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *