Kesan Belajar di Kampung Inggris Pare – Kediri – Jawa Timur

Kesan Belajar di Kampung Inggris Pare

Nur Onayanti – Makasssar

Sebelum datang di Pare, saya selalu mencari info kehidupan dan cara belajar bahasa Inggris yang di terapkan di Pare yang terkenal seantero Indonesia, bahkan sasmpai ke luar negri, bahwa Pare dijuluki Kampung Inggris. Sejak saat itu saya beranggapan semua orang yang tinggal di Pare selalu menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Ternyata ekspektasi saya sedikit melenceng. Ketika pertama kali menginjakan kaki di Pare, saya mendengar orang sekitar hanya berbahasa Indonesia bahkan kebanyakan memakai bahasa jawa. Awalnya saya hanya bisa mengkerutkan kening, tetapi dalam hati saya mengatakan jangan terlalu cepat menilai sesuatu / seseorang hanya pada saat pandangan pertama.

loading...

Pertama tiba di Pare, saya mendaftar di ASSET CENTER dan langsung dipilihkan camp di belakan. Tetapi sampai di camp ASEET, saya merasa tidak tertarik dan banyak member yang tidak WELCOME. Jadi saya tidak ingin berlarut-larut dalam ketidaknyamaan, dan memilih untuk segera mencari camp di luar ASEET selain itu.

Sebelum saya nekat datang di Pare, saya sempat berpikir untuk mecari teman dari seluruh pelosok Nusantara, bukan hanya teman dari Sulawesi dan mungkin pilihan untuk pindah camp adalah pilihan yang terbaik. Dan akhirnya saya menemukan camp dengan fasilitas yang WAW,,,,,,

Terlepas dari masalah camp, masalah yang paling urgent adalah memilih tempat kursus yang sesuai dengan kebutuhan kita. Dan sebelum berangkat dari Makassar, saya sering browsing tentang lembaga-lembaga kursus ternama yang ada di Pare. Karena menurutku lembaga ternama pasti memiliki kualitas the best.

Tetapi setelah tiba waktunya untuk mendaftar di periode 10, saya dibuat sangat bingung dan plin-plan untuk memilih lembaga kursus. Ketika bertemu satu orang diberikan rekomendasi di lembaga A bagus bla,,,,,bla,,,,,bla, bertemu dengan orang lain, dapat rekomendasi di lembaga B tich bagus, ngapain di lembaga A nanti kamu gak bisa focus dan lain sebagainya.

kesan belajar di kampung inggris
Kesan Belajar di Kampung Inggris – Pare

Begitu banyak masukan dan lembaga recommended yang di antarkan setiap orang yang aku temui dan akhirnya aku harus memilih dua lembaga walaupun pilihan ini bukan dari hati sendiri, tetapi saya yakin bahwa tidak ada jalan mulus bagi pecari ilmu, pasti selalu ada rintangan dan salah jalan.

Selama 2 minggu saya menjalani kursus di 2 tempat berbeda tetapi pada dasarnya sama saja. Yach mungkin inilah yang namanya salah pilih. Selama 2 minggu pula tersebut saya belum menemukan ketertarikan untuk lebih giat belajar bahasa Inggris. Saya belum menemukan sosok yang bisa memotivasi saya dalam meningkatkan speaking terutama. Sama sekali belum,,,,,,,,,

Tetapi setiap ada kekurangan pasti ada juga kelebihan, yah,,,,berkat 2 tempat kursus tersebut bisa membantu saya untuk mengetahui banyak vocab dan juga sedikit demi sedikit bisa conversation dengan orang lain. Setelah periode 10 berakhir, saya harus mencari tempat kursus baru yang betul-betul bisa memenuhi kebutuhan saya, dan beruntungnya saya bisa bertemu Mr-kusmali dan rekan-rekannya yang lain dan memberikan rekomendasi untuk balajar di FABELIA. Dan bagiku,,,,,memilih FABELIA sebagai tempat belajar adalah suatu HIDAYAH,,,,,,ya,,,,karena hampir sebagian besar orang di Pare tidak tahu apa dan dimana itu FABELIA. Hampir setiap orang yang bertanya kepada saya kursus dimana? ‘’lantas saya jawab ‘’ di FABELIA , dengan spontan mereka bilang ‘’dimana tuch , bagus gak ‘’.

Tetapi sejak belajar di FABELIA. Mindset saya langsung berubah, dan tidak lagi menganggap hanya lembaga ternama yang berkualitas, tetapi bukan hanya soal nama, di FABELIA betul-betul menonjolkan kualitas dalam proses pengajaran dan alumni yang dihasilkan mencerminkan kualitas FABELIA.

Di FABELIA akhirnya saya menemukan cara yang tepat untuk belajar bahasa inggris, menemukan sosok inspiratif yang tepat dijadikan pamitan untuk belajar. Mereka adalah Mr-wais dengan rambut super berantakannya dan mungkin sudah 1 tahun lebih gak pernah menyisir rambut, tetapi saya pikir Mr-wais menyimpan ilmu dan idenya di rambut ikalnya makanya dia tidak mau mencukurnya, dan mungkin dia banyak perempuan yang menyimpan perasaan katanya,,,,,,,,,ha,,,,,ha,,,,,ha,,,,,,mungkin karena rambut beliau memiliki daya pikat.

Kedua adalah Mr-kapten , THE LEADER OF FABELIA dengan segudang pengalaman dan pengetahuan sampai pengetahuan tentang pronunciation-nya bisa tergambar langsung pada wajah, terutama mulut dan bibirnya yang seriuas terbuka hingga kurang lebih 20 cm jika melafalkan kata demi kata dalam bahasa Inggris. Dan Mr Kapten selalu memberi motivasi dan terobosan cara belajar yang efektif. Dan saya sangat terinspirasi dengan style dan kesederhanaan beliau. Saya berharap bisa menyerap banyak ilmu dari Mr-kapten .

fabelia member
Kesan Belajar di Kampung Inggris Pare – Kediri

Kemudian Ms-Ayuk yang ternyata masih sangat mudah bahkan lebih mudah 3 tahun dari saya, tetapi saya begitu takjub dengan cara beliau mengajar dan ketika speaking Grammatically membuat saya selalu plango. Dan seandainya saya masih punya banyak waktu untuk tetap belajar di FABELIA, saya memilih tujuan untuk menyamai bahkan menyaingi cara Ms-Ayuk dalam speaking . he,,,,he,,,,,just kidding.

Terakhir adalah Ms- bungsu dengan muka ongol dan lugu, tetapi daya memorize-nya tinggi sekali dan membuatku iri .

Thank you Ms-bungsu, setiap sore membuat kami tertawa dengan tingkah lucunya .

The last,,,,,,,,terima kasih Fabelia dan semua elemen-elemen-nya, berkat kalian saya menemukan new spirit for study.

Kesan Belajar di Kampung Inggris Pare

by: Nur Onayanti – Makassar

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *