► Uraian Arti Bad Mood, Penyebab & Cara Mengatasinya dengan Mudah

  • Whatsapp
arti bad mood

Arti bad mood ,- Kehidupan kita sering berjalan tidak tentu. Kadang kala berjalan baik-baik saja, ada kalanya berbalik menjadi begitu sulit.

Mungkin juga ada sebagian dari kita yang ketika beraktivitas, tiba-tiba mendapat perasaan yang tidak menyenangkan. Rasanya, akan ada hal buruk yang kita atau orang terdekat alami.

Read More

Saat merasakannya, orang di sekitar kita kerap mengatakan bahwa kita sedang mengalami bad mood.

Tentu perasaan ini perlu segera disejukkan dengan melakukan hal-hal tertentu. Jika tidak, dapat menyiksa batin lebih mendalam.

Mungkin anda bertanya, apa arti bad mood? Jika memang ia tidak baik, hal apa saja yang perlu kita lakukan untuk mengentaskannya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya coba dengan ulasan di bawah.

Arti bad mood

Arti bad mood dapat kita fahami dari dua akar katanya, yaitu bad dan mood.

Kata bad biasa diartikan dengan “jelek, buruk, tidak baik”, sedang mood umumnya diartikan dengan “suasana hati”.

Dengan demikian, bad mood adalah suasana hati yang buruk.

Istilah tersebut mengindisakikan terhadap keadaan jiwa yang sedang tidak baik, atau perasaan yang tidak menyenangkan.

Perhatikan kutipan yang saya ambil dari Collins dictionary berikut:

“Your mood is the way you are feeling at a particular time. If you are in a good mood, you feel cheerful. If you are in a bad mood, you feel angry and impatient.”

Artinya kurang lebih sebagai berikut: Mood Anda adalah cara bagaimana Anda merasa di waktu-waktu tertentu. Jika Mood anda dalam keadaan baik, maka anda merasa senang. Jika dalam keadaan buruk, maka Anda merasa marah dan tidak sabar.

Dengan kata lain, jika ada yang menyatakan Anda in bad mood, maka dalam hal ini kondisi perasaan Anda dalam keadaan tidak baik, atau tidak menyenangkan.

  • Dad’s in a bad mood, so don’t ask for anything right now. (Ayah sedang dalam keadaan Bad mood, jadi jangan minta apapun saat ini.)
  • He likes cleaning his room, doing housework and when he is in a bad mood, he likes to sleep.(Dia suka membersikah kamarnya, melaksanakan pekerjaan rumah dan saat dia dalam keadaan bad mood, dia suka tidur.)

Penyebab bad mood

Ada banyak faktor pemicu bad mood. Namun dari semua penyebab tersebut, secara garis besar, adalah disebabkan oleh kondisi jiwa yang tidak menerima keadaan yang di hadapi dengan lapang dada. Sehingga perasaan menjadi tidak baik.

Berikut daftar penyebab bad mood:

  1. Ditingalin kawin
  2. Diputusin pacar
  3. Dicuekin teman
  4. Di ejek teman
  5. Gak dipinjemin duit
  6. Gajian telat
  7. Nilai jeblok
  8. Gak lulus ujian
  9. Bising
  10. Bertemu orang menyebalkan
  11. Bos marah marah melulu
  12. Istri ngambek
  13. gak disediakan makanan
  14. Gak punya rokok
  15. Baca komentar hater

Dan masih banyak lagi (BEJIBUN) penyebabnya. Yang tidak mungkin satu persatu saya sebutkan di sini.

Mungkin dari sekian daftar di atas, Ada yang membuat Anda bad mood. Terutama no. 1.

Cara mengatasi bad mood

Untuk mengentaskan bad mood, tentu perlu dikenali penyebabnya. Tanpa mengenalinya, semua usaha Anda akan tidak optimal. Yang Ada malah semakin parah.

Berikut beberapa cara mengentaskan bad mood berdasarkan penyebab yang dikenali.

1. Bersalah 

Merasa bersalah bisa berdampak besar pada suasana hati. Lupa ulang tahun seseorang dapat membuat Anda merasa bersalah, bahkan jika Anda meminta maaf. 

Cara terbaik untuk menyelesaikan perasaan bersalah adalah dengan menebus tindakan Anda. 

Jika Anda masih merasa tidak enak dengan ulang tahun yang terlewat, luangkan waktu untuk mengirim kartu permintaan maaf yang lucu, kartu elektronik, atau bahkan sebuah hadiah kecil. 

Mereka akan menghargai dan Anda akan merasa lega segera setelah Anda mengklik “kirim”. 

2. Penolakan 

Penolakan adalah cedera emosional yang sangat umum terjadi, terutama di media sosial. 

Ketika Anda memposting foto liburan Anda di Facebook atau Instagram dan tidak ada yang “Menyukai”, itu bisa menyakitkan. 

Namun, karena Anda tidak tahu situasinya, penting untuk tidak menganggapnya sebagai masalah pribadi. 

Orang sering memeriksa media sosial dengan cepat; sambil menunggu lift (atau dokter), saat terjebak macet, atau saat duduk di dalam bus. 

Jika orang-orang terdekat anda belum merespon, maka anggap lah mereka sedang sibuk.

3. Merenung 

Banyak dari kita terjebak memutar ulang adegan-adegan yang mengecewakan yang terjadi beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan yang lalu. 

Ketika film pendek yang menjengkelkan terus diputar di benak Anda, gunakan teknik pengalih perhatian untuk mengurangi intensitas dan frekuensi. 

Penelitian menunjukkan bahwa pengalihan perhatian dua menit saja (seperti melakukan teka-teki silang atau bermain game) sudah cukup untuk mengembalikan suasana hati.

4. Lapar

Yang satu ini cukup jelas tetapi menakjubkan betapa sering kita lupa untuk mempertimbangkannya. 

Rasa lapar berdampak pada suasana hati kita jauh lebih dari yang kita sadari. 

Jika lapar… makan lah !!

5. Keletihan 

Ini juga termasuk dalam kategori jelas tapi sering diabaikan. 

Anak-anak bukan satu-satunya yang menjadi rewel ketika mereka lelah. 

Ketika tidur kita tidak cukup, secara signifikan memengaruhi pikiran, kreativitas , dan terutama suasana hati kita secara umum. 

Jika Anda bisa, lakukan pemadaman listrik selama 15 menit. Bahkan tidur siang dengan singkat adalah cara efektif untuk menyegarkan pikiran.

6. Merasa terasing 

Kita kerap terperangkap, mengabaikan kebutuhan emosional dan sosial, dan mulai merasa tidak terhubung dengan orang-orang di sekitar kita. 

Untuk melewati perasaan ini, hubungi orang yang Anda cintai, atau istirahat dan bermain dengan hewan peliharaan Anda. 

Perlu diketahui, interaksi sosial dengan kenalan dapat meningkatkan suasana hati. 

Saya kira demikian. Perasaan ini tidak akan menjadi masalah besar jika anda selalu berfikiran positif. Pastikan anda tenang dan rileks saat menghadapi bad mood.

Selain penjelasan materi di atas, untuk menambah pengetahuan Anda, baca juga daftar arti bad pada artikel saya sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *