Arti Bully, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya dengan Cerdas

Arti Bully

Arti bully, jika dikaji dari berbagai sumber, mengarah pada dua hal, yaitu pada pelakunya dan pada tindakannya.

Dalam kamus longman online dictionary, disebutkan:

Someone who uses their strength or power to frighten or hurt someone who is weaker. (Seseorang yang menggunakan kekuatan atau kekuasaannya untuk menakuti atau melukai orang lain yang lebih lemah.)

Demikian pula dalam kamus cambridge online dictionary:

Someone who hurts or frightens someone else, often over a period of time, and often forcing them to do something that they do not want to do. (seseorang yang menyakiti atau menakuti orang lain, sering kali dalam periode waktu tertentu, dan kerap memaksa mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan.)

Perhatikan contoh kalimat berikut:

  • She said she had never seen the bully side of me before. (dia berkata bahwa dia belum pernah melihat sisi pengganggu dari diriku sebelumnya.)
  • Only a bully could have stood up to the other bullies. (Hanya penindas yang dapat menghadapi para penindas lainnya.)

Sedang, arti bully dalam konteks perbuatannya dapat kita cerna dari definisi yang diambil dari kamus oxford online dictionary berikut:

Seek to harm, intimidate, or coerce someone perceived as vulnerable. (Berusaha untuk menyakiti, mengintimidasi, atau memaksa seseorang yang dianggap rentan / lemah.)

Contoh kalimat:

  • Don’t let them bully you into working on Saturdays. (Jangan biarkan mereka menggertak kamu agar bekerja di hari sabtu.)
  • They used to bully me into doing their schoolworks (Mereka biasa menggertak saya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sekolah mereka.)

Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa arti bully kurang lebih adalah sebagai berikut:

Seseorang / perbuatannya yang ditujukan kepada orang lain yang lebih lemah (rentan) dengan menyakiti, mengintimidasi, memaksa mereka melakukan sesutu yang tidak mereka sukai.

Penyebab Bully

Tampaknya lebih mudah menilai tindakan, daripada menilai motif tindakan seseorang. Meski demikian, kita perlu mencoba mengenali alasan-alasan mengapa seseorang bertindak bully.

Ada beberapa penyebab yang bisa kita fahami dari contoh-contoh insiden intimidasi, diantaranya:

1. Menghadapi tekanan

Banyak siswa belum belajar bagaimana mengelola tekanan dari harapan-harapan mereka yang tidak terpenuhi, atau tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan pribadi mereka. sehingga melampiaskan rasa frustrasi kepada orang-orang di sekitar mereka.

2. Terlalu diberi banyak wewenang atau tanggung jawab.

Siswa perlu diberikan area dimana mereka dapat tumbuh dalam keterampilan kepemimpinan dan mengembangkan perilaku yang bertanggung jawab.

Namun bagi mereka yang diberi wewenang, perlu diajari cara bersikap adil dan berbelas kasih. Terlalu banyak wewenang dan tanggung jawab tanpa kontrol yang cermat dapat menimbulkan penyalahgunaan wewenang.

3. Rasa takut akan inferioritas (rendah diri)

Seringkali seorang siswa akan mencoba untuk mengalihkan perhatian dari fakta bahwa mereka sedang menghadapi kesulitan dalam materi pelajaran. Misalnya nilai mereka jeblog di bidang matematik. Dengan berperilaku yang tidak menyenangkan, kadang sikap-sikap intimidasi difokuskan pada individu-individu yang lebih baik secara akademis.

4. Pernah diintimidasi

Anak-anak belajar melalui contoh dan pengalaman tentang bagaimana memperlakukan orang lain. Berada dalam situasi di mana mereka sendiri diintimidasi, yang pada akhirnya hal ini menyebabkan mereka mengintimidasi orang lain.

5. Takut di-bully

Tekanan teman-teman sebaya telah menjadi penyebab utama insiden intimidasi. Siswa yang takut, bahwa orang lain akan menggertak mereka jika mereka menunjukkan tanda-tanda kelemahan, akhirnya berani untuk mem-bully terlebih dahulu.

6. Marah

Anak-anak yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain ketika mereka memiliki masalah, atau merasa tidak berdaya di lingkungan dimana orang dewasa selalu benar, mungkin mengungkapkan kemarahan dan ketidakberdayaan itu dengan melampiaskan frustrasi dan kemarahan mereka pada orang lain – terutama pada orang-orang yang dapat dikendalikan.

7. Iri

Menginginkan apa yang dimiliki orang lain dan bersedia untuk mengambil adalah definisi yang dapat diterapkan secara adil pada rasa iri dan penindasan.

8. Balas dendam

Siswa dapat menggunakan intimidasi untuk mengungkapkan keluhan atau pembalasan atas kesalahan yang diderita.

9. Untuk mempertahankan popularitas

Dikagumi dan dilayani dapat menimbulkan kesan rasa superioritas pada seseorang. Orang yang merasa superior harus menundukkan orang lain yang lebih rendah daripada mereka. Untuk mempertahankan posisi itu, para pelaku intimidasi memastikan bahwa orang-orang di sekitar mereka perlu memberi perhatian dan rasa hormat yang pantas mereka dapatkan.

10. Tanpa pengajaran

Kadang-kadang seorang pengganggu tidak mendapat pengajaran tentang cara yang tepat untuk berinteraksi dengan orang lain, atau cara yang tepat untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sehingga mereka berperilaku tidak menyenangkan yang mereka sendiri tidak menyadari akan keburukannya.  

Mengajari anak bagaimana cara berbicara dengan orang lain dan menghormati batasan mereka terbilang penting. Oleh karena itu, beri mereka cara alternatif untuk berkomunikasi.

Selain Arti bully, baca juga makna vocab berikut ini:

Dampak Bully

Anak-anak yang diintimidasi dapat mengalami masalah fisik, sekolah, dan kesehatan mental yang negatif.

Anak-anak yang dibully lebih mungkin untuk mengalami:

  • Depresi dan kecemasan, meningkatnya perasaan sedih dan kesepian, perubahan pola tidur dan pola makan, dan hilangnya minat pada kegiatan yang biasa mereka nikmati. Masalah-masalah ini dapat berlangsung hingga dewasa.
  • Keluhan kesehatan
  • Menurunnya prestasi akademik — IPK dan skor tes standar — dan partisipasi sekolah. Mereka lebih cenderung ketinggalan, bolos, atau putus sekolah.
  • Sejumlah kecil anak-anak yang di-bully mungkin membalas melalui tindakan yang sangat kejam. Dalam 12 dari 15 kasus penembakan di sekolah pada 1990-an di Amerika Serikat, penembak memiliki sejarah pernah diintimidasi.

Cara Mengatasi Bully

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menghadapi para pembuli. Ada yang efektif, ada juga yang tidak. Agar cara yang anda tempuh terbilang sukses, cobalah lakukan hal-hal berikut:

1. Percaya Diri

Pengganggu dapat mengalami kehilangan kekuatan jika Anda tidak gemetar. Jauh di lubuk hati, mereka ragu apakah mereka pantas mendapatkan respek dari Anda. Mereka mengagumi Anda karena berbicara dengan keyakinan diri dan kepercayaan diri.

Jadi ketika mereka membombardir, jangan membalas. Sebaliknya, menangkan mereka dengan sikap Anda yang kuat, tegas, dan sopan.

2. Tetap Terhubung

Pengganggu mengintimidasi dengan membuat para korban merasa sendirian dan tidak berdaya. Anak-anak mendapatkan kekuatan ketika mereka menjalin hubungan dengan teman-teman yang setia dan orang dewasa yang mendukung.

3. Gunakan Bahasa Sederhana dan Tidak emosional

Tanggapan tegas , tetapi tidak emosional membiarkan pelaku intimidasi tahu bahwa korban tidak berniat untuk menjadi korban.

Tanggapan tersebut tidak ditujukan untuk mencari pengampunan, juga tidak untuk menimbulkan tantangan. Karena tantangan dapat menimbulkan stimulus bagi para pengganggu meraih kekuasaan yang dia cari.

4. Tetapkan Batas

Tetap sopan dan profesional sambil menetapkan batas-batas yang Anda inginkan dengan tegas.

Jangan biarkan si pengganggu membuat Anda marah tanpa kontrol — itulah yang diinginkan mereka.

Latih respon Anda hingga siap menghadapi bully, serta dapat meresponnya dengan cepat tanpa harus emosi.

5. Bertindak cepat dan konsisten

Semakin lama seorang pelaku intimidasi memiliki kekuasaan atas korban, maka akan semakin kuat rasa superioratas tersebut pada dirinya.

Seringkali, intimidasi dimulai dalam bentuk yang relatif ringan — pemanggilan nama, ejekan, atau agresi fisik ringan.

Jika hal ini dibiarkan, maka akan semakin buruk terhadap anda. Hadapi tindakan-tindakan intimidasi ringan tersebut dengan tegas.

6. Lawan pada saat yang tepat

Terkadang yang harus Anda lakukan terhadap pelaku intimidasi adalah menunggu.

Alih-alih melakukan permusuhan, mundurlah, Anda tidak tidak perlu meresponnya.

Namun pada saat orang-orang diantara mereka sendirian, tegaskan batasan-batasan yang harus mereka hormati pada diri Anda.

7. Abaikan

Jika bully terjadi di media sosial, para pelaku bully biasanya sangat aktif menjatuhkan Anda. Bila hal ini direspon dengan kemarahan, itulah yang dinantikan mereka.

Abaikan sebisa mungkin, biarkan mereka lelah dengan sendirinya. Bahkan jika perlu, block akun mereka. Sehingga anda tidak melihat apa dan bagaimana kata-kata mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *