Teknik dan Manfaat Cerita dalam Belajar Bahasa Inggris

Teknik dan Manfaat Cerita – Tahukan anda bahwa ternyata menggunakan cerita sangat baik dalam mempelajari bahasa.

Otak dioptimalkan berfikir lebih relax, kreatifitas dan imajinasi sangat diperlukan, serta kita dapat mengenal budaya yang beraneka ragam melalui cerita.

Dalam artikel ini, saya mencoba bagaimana menyajikan teknik menyusun, membawakan, dan manfaat cerita dalam belajar bahasa Inggris, serta keuntungannya dalam memahami budaya dan hubungan sosial.

Cerita dalam kehidupan sosial

Cerita mengajarkan kita tentang kehidupan, diri kita sendiri  dan orang lain. Bercerita adalah cara yang unik bagi seseorang untuk mengembangkan pemahaman, rasa hormat, penghargaan terhadap budaya lain, serta dapat menumbuhkan sikap positif untuk orang-orang di daerah yang berbeda, ras, dan agama.

Cerita juga dapat mengungkapkan kebenaran universal tentang dunia. Melalui cerita, kita melihat bagaimana orang-orang yang berbeda, berbagi pengalaman hidup yang sama, dan bagaimana sifat dan sikap manusia dapat melahirkan budaya.

Cerita dan pemahaman antar budaya

Ada beberapa hal bagaimana cerita dapat meningkatkan pemahaman antar budaya dan komunikasi, diantaranya…

  • Memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi akar budaya mereka sendiri
  • Memungkinkan anak-anak untuk memahami budaya yang beragam
  • Memungkinkan anak-anak untuk berempati terhadap orang asing / tempat / situasi
  • Menawarkan wawasan ke dalam tradisi dan nilai-nilai yang berbeda
  • Membantu anak-anak memahami bagaimana kebijaksanaan umum untuk semua orang / semua budaya
  • Menawarkan wawasan ke dalam pengalaman hidup yang universal
  • Membantu anak-anak mempertimbangkan ide-ide baru
  • Mengungkapkan perbedaan dan nilai umum budaya di seluruh dunia

Manfaat cerita dalam speaking di kelas

  • Melahirkan perasaan tenang dan releks
  • Meningkatkan kemauan anak untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaan
  • Mendorong partisipasi aktif
  • Meningkatkan kemampuan lisan
  • Mendorong penggunaan imajinasi dan kreativitas
  • Mendorong kerjasama antara mahasiswa
  • Meningkatkan keterampilan mendengarkan

Teknik penyusunan cerita

Untuk menyusun atau merangkai cerita, anda dapat menggunakan cara sederhana berikut:

  • Susun atau tulis peta plot / alur cerita terlebih dahulu
  • Upayakan untuk mengingat alurnya
  • Ungkapkan ceritanya dengan gaya bahasa sendiri

Note: hindari metode hafalan (kata per kata / menghafal seluruh isi cerita), sebab cara ini tidak merangsang otak anda berfikir kreatif.

Keterampilan yang diperlukan dalam menyampaikan cerita

Agar rangkaian cerita dalam speaking di ungkapkan lebih menarik, diperlukan keterampilan sebagaimana berikut:

  • Gunakan jenis suara yang berbeda-beda (bila memang bisa)
  • Perhatikan nada suaranya (nada tinggi saat semangat, nada rendah saat sedih)
  • Perhatikan tempo suara  (cepat lambatnya suara)
  • Manfaatkan keheningan dan berhenti sejenak untuk menambahkan efek dramatis
  • Perhatikan ekspresi  wajah dan gerak tubuh (biarkan berbicara tubuh Anda)
  • Berusahalah untuk ikut merasakan isi ceritanya
  • Pertahankan konsentrasi dan fokus pada cerita yang dibawakan
  • Perhatikan kontak mata untuk menarik penonton / pendengar
  • Buatlah diri anda sekarismatik mungkin (agar penonton percaya kepada pada Anda)
  • Kenakan pakaian atau kostum yang diperlukan dalam cerita

Mengapa menghafal cerita tidak dianjurkan?

Pembelajaran speaking yang bagus selalu mendorong siswa berfikir kreatif, dengan mengkombinasikan ide dan pernyataan yang ia sampaikan.

Ketika siswa memiliki gagasan, kemudian disampaikan dalam bentuk cerita sesuai dengan olah pikirnya, maka disitulah ia belajar berbicara secara natural.

Menghafal cerita dalam speaking tidak mendorong seseorang berfikir kreatif. Padahal kreatifitas berfikir sangat dibutuhkan dalam speaking.

Orang yang menghafal teks, kemudian disampaikan kepada para pendengar sesuai dengan apa yang dia hafal, akan menemukan kesulitan ketika ia disodorkan pertanyaan yang menggunakan bahasa Inggris. Karena ia belum menghafal jawabannya.

Sistem hafalan ini tidak ubahnya seperti robot, semua telah terprogram sesuai dengan ketentuan, dan robot tidak melakukan sesuatu yang belum terpogram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *