Cara Story Telling Yang Baik

Tahukah Anda bagaimana cara Story Telling Yang Baik? Dan apa saja yang perlu dipersiapkan? | fabelia.com,

What a nice day! Sebelum kami melanjutkan ke postingan bagaimana cara yang baik untuk melakukan story telling, terlebih dahulu kami ucapkan terimakasih karena sudah menjadi reader setia FABELIA.

Semoga apa yang kami tulis di sini senantiasa memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin.

Cara Story Telling Yang Baik

Kenapa harus bercerita?

Sebagai pengetahuan, banyak orang yang suka dengan CERITA, apalagi jika disampaikan sesuai dengan topik yang ada.

Cerita yang baik bukan hanya akan membuat para pendengar berfikir, namun juga menjadikan mereka merasakan apa yang dialami sang karakter suatu cerita.

Berikut adalah persiapan yang sebaiknya Anda lakukan sebelum melakukan story telling:

Cara Story Telling Yang Baik Berikut Persiapan Melakukan Story Telling
Fabelia Agustus 2016

1. Mepelajari/memahami cerita yang akan disampaikan

Dengan mempelajari atau memahami jalan cerita yang akan disampaikan, kita jadi paham betul isinya, sehingga kita akan lebih mudah disampaikan.

Bayangkan saja, kalau anda tidak paham, bagaimana anda akan menyampaikannya kepada orang lain? Ini adalah langkah awal dan paling pertama yang harus kita kuasai.

2. Menggambarkan jalan cerita serta adegan dalam ingatan

Nah, disini anda dituntut untuk memainkan imajinasi untuk membayangkan apa dan bagaimana cerita tersebut terjadi.

Anda harus bisa menggambarkan jalan cerita dan adegannya, serta menyimpan alur cerita tersebut dalam ingatan anda.

3. Berlatih di depan cermin

Memang terlihat aneh jika berbicara di depan cermin. Tapi dengan itulah anda bisa mengkoreksi diri sendiri, dan melihat gerakan-gerakan apakah yang kiranya perlu untuk diperagakan.

4. Saat latihan, usahakan sesuai dengan alur cerita

Alur cerita harus jelas, tidak mengulang-ulang adegan, serta tidak membingungkan ketika nanti diperagakan di atas panggung.

Baca Juga: Arti Contoh Penggunaan May

5. Selalu lakukan pengulangan dalam latihan

Pengulangan sangat dibutuhkan saat latihan. Hal ini ditujukan agar anda terbiasa dengan apa yang akan disampaikan.

6. Variasi dalam bercerita

Cerita juga membutuhkan variasi, seperti TEMPO berbicara, suara tinggi, suara rendah, serta penyamaran suara yang sekiranya harus sama atau harus berbeda dalam setiap karakter.

7. Gerakan tubuh yang menarik (Gesture).

Selain suara, ada juga “gesture” atau gerak isyarat, gunakan isyarat tubuh anda untuk menarik perhatian audience.

Anda bisa menggukan gesture anda dengan baik dengan cara melihat pantas kan gerakan seperti yang anda lakukan sekarang dengan cara melihat diri anda pada KACA *(perhatikan poin ke 3).

8. Memberikan penekanan atau perhatian khusus di awal dan ahir cerita

Penekanan atau gebrakan yang wah sangat penting sekali dalam awal cerita. Hal ini ditujukan untuk menarik perhatian para audience. Pada ahir cerita, usahkan anda memberikan gebrakan khusus untuk membuat kejutan kepada mereka.

9. Meniru karakter sang tokoh

Dengan meniru karakter asli sang tokoh, sudah pasti nantinya akan menambah kridebelitas anda dalam memainkan peran dalam ceita tersebut.

10. Persiapan diri

Semuanya harus dipersiapkan, harus dipersiapkan dari awal, baik mental maupun kesehatan.

Apalagi lagi ketika mendekati hari-hari menjelang pementasan, perbanyak latihan serta jaga kesehatan sehingga anda bisa tampil optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *