√ 10+ Cara Mudah Membaca Pikiran Orang

membaca pikiran

Banyak yang beranggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan yang hanya dilakukan oleh seorang psikolog. Percaya atau tidak,di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita juga dapat membaca pikiran orang. Karena, tanpa kemampuan ini, kita semua tidak akan mampu menghadapi kondisi/lingkungan dengan baik. Dengan membaca pikiran, kita menganalisa bagaimana sikap seseorang yang sebenarnya. Sehingga kita dapat berampati, merespon dan bahkan bersosialisasi dengan baik. Hanya saja tingkat kemampuan kita berbeda, ada yang dapat membacanya dengan kuat, ada juga yang lemah.

Kemampuan manusia yang satu ini telah muncul sejak lahir. Bayi yang baru dilahirkan melihat dan menyukai wajah seseorang, sekitar 2 atau 3 bulan bayi sudah dapat memahami dan merespon pengasuhnya. Kemudian saat berusia 1 hingga 2 tahun, bayi sudah mampu mengamati tindakan orang dewasa. Dan di fase ini, ia meniru langkah-langkah orang dewasa  untuk menentukan kepribadian selanjutnya.

Read More

Secara umum proses membaca ini dapat dilakukan dengan melihat gelagat orang yang kita hadapi. Gerak tubuh, ekpresi wajah, pakaian yang ia kenakan, bahkan gaya rambut dan wangi-wangian menunjukkan apa yang ada di benak kepalanya. Oleh sebab itu, agar Anda mengenali lebih detail, pastikan menyimak penjelasan saya ini hingga tuntas.

Bagaimana cara membaca pikiran orang?

Ada beberapa jalur yang dapat kita gunakan untuk membaca pikiran orang diantaranya adalah:

Gerak tubuh

Membaca bahasa tubuh seseorang adalah inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita dapat mengetahui pikiran dasar seseorang. Ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, ia dapat mengenali pikiran / perasaan dasar orong tersebut. Seperti takut, berani, marah, sedih, gembira, dll.

Ekspresi wajah

Ekspresi ini juga merupakan penanda bagi seseorang untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan. tetapi, tidak semua orang dapat melakukannya dengan cermat.  

Salah satunya seperti gerak mata. Mata yang turun mungkin menunjukkan bahwa seseorang sedang mengalami kesedihan. Mata tampak terbuka lebar ketika takut atau kaget. Tatapan kosong saat seseorang melamun. Atau bahkan mata menatap begitu tajam ketika sedang cemburu.

Nada

Kita dapat mengenal kondisi pikiran dan perasaan orang lain melalui percakapan. Perhatikan nada suara yang ia ungkapkan. Berbicara terpatah-patah mungkin saja terjadi saat ia gugup. Berbicara dengan keras sering terjadi ketika seseorang sedang marah. Dan saat sedih, ia cenderung berbicara dengan lirih.

Style

Style disini mencakup gaya hidup yang diantaranya seperti gaya pakaian, rumah, peralatan yang dipakai, dan lain-lain. Semua itu bisa menjadi penanda bagaimana alur pemikiran seseorang. Orang cenderung berdandan dengan rapi jika ia berpikir kerapihan adalah hal utama dalam hidup. Siapapun akan membuang sampah sembarang jika menganggap kebersihan bukan hal yang penting.

Pilihan kata

Ada satu lagi yang tidak bisa kita abaikan dalam proses membaca pikiran orang lain, yaitu kata-kata yang digunakan saat seseorang berbicara dan menulis. Kita dapat mencermati tulisan secara berulang-ulang, perhatikan diksi atau pilihan kata. Orang cenderung bersikap romantis sasat menorehkan kata-kata cinta. Orang berpendidikan tinggi seringkali berbicara dengan menggunakan bahasa formal dan modern. 

Pakaian

Tahukah Anda bahwa pakaian bisa menjadi petunjuk tentang apa yang seorang pikirkan. Coba Anda bayangkan, seorang yang memakai kemeja formal, bersepatu, berdasi, disini menunjukkan bahwa dia akan menghadapi hal-hal yang bersifat formal. Mungkin dia hendak ke kantor, atau mungkin hendak menghadiri acara resmi tertentu.

Petunjuk ini, meski belum sempurna, bisa dilengkapi dengan petunjuk lainnya. Misalnya adanya tas, waktunya di pagi hari, atau indikasi-indikasi lainnya.

Setelah semua petunjuk itu dinyana lengkap, langkah selanjutnya adalah menyimpulkan. Jika dalam berdasarkan indikasi, dia akan pergi ke kantor. Maka sudah dibayangkan bahwa dia orang terdidik.  

Orang yang berpakaian compang-camping, atau kotor dan kumal, disertai dengan petunjuk lain, misalnya ia duduk ditrotoar, dan dihadapannya terdapat mangkuk plastik berisi uang logam, hal ini menunjukkan bahwa apa yang dia pikirkan adalah bagaimana mendapat belas kasihan dari orang-orang yang berlalu lalang.

Wangi-wangian

Tidak semua orang yang memakai wangi-wangian adalah orang yang hendak menemui kekasihnya.

Untuk menebak pikiran seseorang dalam hal ini adalah dengan melihat petunjuk-petunjuk pendukung.

Jika dia datang terlambat dalam suatu acara di pagi hari, mungkin wangi-wangian adalah cara yang dia pakai untuk menutup-nutupi bau badan. Dalam artian dia belum mandi.

Tapi jika dia menemui seorang wanita, maka bisa jadi wangi-wangian adalah cara yang digunakan untuk memikat hati wanita tersebut.

Sebagai informasi pendukung, pastikan Anda juga membaca artikel tentang cara mengendalikan pikiran.

Petunjuk Eksternal

Ada banyak hal yang dapa t menjadi petunjuk dalam menebak pikiran orang. Secara umum, dapat disimpulkan dalam beberapa segmen, yaitu:

Tubuh

  • Tatapan mata, lirikan, pejam
  • Gerak tangan
  • Kepalan tangan
  • Petikan jari
  • Anggukan kepala
  • Langkah kaki
  • Lompatan kaki

Aksesoris

  • Baju
  • Celana
  • Warna pakaian
  • Sepatu
  • Sandal
  • Jam tangan
  • Cincin
  • Mobil
  • Motor
  • minyak wangi

Waktu

  • Pagi
  • Malam
  • Sore
  • Siang
  • Musim dingin
  • musim panas

Kondisi sekitar

  • Orang yang diajak bicara
  • Hewan yang dia pelihara
  • Program televisi yang ditonton
  • Laptop yang dia operasikan
  • Merek HP (telepon genggam) yang dia gunakan
  • Di pantai, di taman, di kebun, di kelas, dan lain-lain

Perlu diketahui, Masih banyak petunjuk lainnya yang belum disebutkan. Dan jumlahnya jauh lebih besar. Namun keterangan di atas  hanyalas sebagai contoh yang dapat Anda gunakan untuk menebak pikiran seseorang.

Ingat, untuk menebak pikiran, satu petunjuk saja tidak cukup. Diperlukan petunjuk-petunjuk lain yang berguna untuk melahirkan sebuah kesimpulan.

Dalam hal ini, agar anda lebih mahir dalam menebak, cobalah lakukan latihan sebanyak mungkin dengan memperhatikan semua indikasi yang ada pada orang yang anda hadapi.  

Kekeliruan dalam membaca pikiran adalah hal lumrah. Dan itu pun kerap terjadi di kalangan profesional.

Pastikan Anda tidak berhenti di sini. Baca juga cara membuat peta pikiran dengan mudah. Thanks for your nice attentions.

Related posts