√ Cara Mudah Memahami Hal yang Membatalkan Wudhu

membatalkan wudhu

Berbicara mengenai wudhu, rasanya kurang lengkap jika perkara perkara yang membatalkan wudhu tidak dibahas. Karena itu, saya coba bagaimana menguraikannya secara global.

Dalam fiqih Syafi’iyah, ada tiga perkara yang dapat membatalkan wudhu. Yaitu mengeluarkan sesuatu dari anus atau kemaluan, menyentuh kemaluan dan lawan jenis yang bukan muhram (bukan wanita yang haram dinikahi selamanya), serta hilangnya akal.

Read More

Apa saja hal-hal yang membatalkan wudhu?

Secara umum, ada beberapa perkara yang dapat membatalkan. Namun semua itu bermuara para tiga hal, sebagaimana saya jelaskan di bawah.

1). Karena mengeluarkan sesuatu

Wudhu mejadi batal jika seseorang mengeluarkan hal-hal berikut dari kemaluan/anus :

  1. Benda cair: darah, kencing, dan nanah.
  2. Benda padat: tinja, cacing, bahkan batu dan kelereng.
  3. Udara: kentut, baik kentut detektif (tanpa bunyi), ataupun kentut pemusik (bersuara).

oh ya,,, jangan lewatkan daftar doa doa wudhu lengkap dengan artinya.

Dasar kentut dapat membatalkan wudhu adalah hadits berikut:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا, فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ: أَخَرَجَ مِنْهُ شَيْءٌ, أَمْ لَا? فَلَا يَخْرُجَنَّ مِنْ اَلْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا, أَوْ يَجِدَ رِيحًا – أَخْرَجَهُ مُسْلِم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian mendapati ada terasa sesuatu di perutnya, lalu ia ragu-ragu apakah keluar sesuatu ataukah tidak, maka janganlah ia keluar dari masjid hingga ia mendengar suara, atau mendapati bau.” Diriwayatkan oleh Muslim. (HR. Muslim no. 362).

2). Menyentuh anggota tubuh tertentu

Ada dua jenis sentuhan yang dapat membatalkan wudhu, baik disengaja maupun tidak.

Pertama, menyentuh wanita yang bukan muhram tanpa penghalang. Wanita muhram yang dimaksud disini adalah wanita yang haram dinikahi selamanya.

Berikut daftar wanita yang tidak membatalkan wudhu jika bersentuhan:

  • Ibu ke atas (ibu kandung, ibu tiri, ibu mertua, ibu susuan, nenek, uyut)
  • Anak perempuan ke bawah (Anak kandung, anak tiri, anak susuan, cucuk, cicit)
  • Bibi (Baik saudari perempuan ayah maupun ibu, bibi susuan)
  • Saudari perempuan (saudari kandung, saudari tiri, saudari susuan)
  • Keponakan perempuan

Untuk lebih jelasnya, periksa kembali daftar wanita yang haram dinikahi.

berdasarkan keterangan ini, dapat disimpulkan bahwa jika bersentuhan dengan wanita yang tidak disebutkan di atas, maka bisa dipastikan wudhunya batal.

Perlu diketahui, Ada tiga organ tubuh wanita non-muhram yang dikecualikan. Yaitu gigi, kuku dan rambut. Menyentuh ketiganya tidak membatalkan wudhu.

Kedua, menyentuh kemaluan / anus dengan telapak tangan. Sebagaimana yang digambarkan dalam hadits berikut:

(حديث بسرة بنت صفوان أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (من مس ذكره فليتوضأ

Hadits riwayat Busrah binti Sofwan, bahwasannya Nabi S.A.W. bersabda, barang siapa menyentuh kemaluannya, maka hendaknya ia berwudhu.

Arti kata massa “مس” dalam hadits ini adalah menyentuh dengan telapak tangan. Jika setelah berwudhu, bagian privat Anda terasa sangat gatal, solusinya cukup digesek dengan pergelangan tangan.

Dalam suatu kasus, manakala ada seorang laki-laki menyentuh kemaluan pria lain dengan telapak tangan, maka yang menyentuh adalah yang batal wudhunya, bukan yang disentuh.

3. Hilangnya Akal

Hilangnya akal bisa disebabkan oleh mabuk, tidur, atau sakit tertentu. Tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur seperti pada umumnya.

عن معاوية رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :” العين وكاء السّه ، فإذا نامت العينان استطلق الوكاءرواه : أحمد ، والطبراني وزاد : ومن نام فليتوضأ

Dari mu’awiyah R.A, Rasulullah S.A.W. bersabda: mata adalah tali dubur, jika kedunya tertidur, maka lepaslah talinya. (H.R. Ahmad, dan Tabrani menambahkan dalam haditsnya: barangsiapa yang tidur, maka hendaknya ia berwudhu.)

Kesimpulan: inti dari segala perkara yang membatalkan wudhu terletak pada tiga kunci, yaitu mengeluarkan (yakni mengeluarkan sesuatu dari pantat dan kemaluan), menyentuh (bersentuhan kulit lawan jenis, atau menyentuh kemaluan), hilang akal (seperti karena mabuk, tidur, dll)

Related posts